99 Cahaya Di Langit Eropa

99 Cahaya di langir eropa

Novel dengan judul  “99 Cahaya Di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)” novel  ini terinspirasi dari kisah nyata Hanum Salsabiela dan Rangga Almahendra pasangan suami istri ini telah banyak melalui perjalan panjang tinggal di Eropa Hanum dan Rangga tinggal selama 3 tahun di Eropa saat Rangga mendapat beasiswa program doktoral di Universitas di Austria. Pasangan ini tinggal di Eropa dengan dibalut kisah persahabatan, perjuangan untuk mempertahankan keyakinan beserta kisah pencarian jejak sejarah Islam di benua biru tersebut.Setelah novelnya diterbitkan. Kemudian novel tersebut diangkat menjadi sebuah film layar lebar dengan judul yang sama. Acha septriasa berperansebagai Hanum Salsabiela dan Abimana Aryasatya sebagai Rangga Almahendra.

Film garapan sutradara Guntur soeharjanto ini dimulai dengan adegan Ayse saat berada di sekolah, guru yang menerangkan sejarah dan peperangan pada masa lalu di Eropa. Ayse yang bergama islam di sekolah itu merasa bahwaagamanya selalu disalahakan. Dan penampilannya selalu diolok-olok. Hanum (Acha) yang suka menjelajahi sudut kota tempat tinggalnya selama suaminya Rangga (Abimana) sedang kuliah. Saat akan pulang Hanum memutuskan ikut kursus bahasa,selama kursus itulah Hanum berkenalan dengan Fatma, wanita asal Turki yang berhasil menggugah jiwa kelana Hanum untuk menyusuri jejak islam diEropa. Fatma yanghanya seorang ibu rumah tangga ternyata memiliki wawasan luas tentang sejarah Islam di Eropa. Bukan hanya itu, kebesaran hati seorang Fatma yang menerima olokan dari kalangan non muslim menyadarkan Hanum, bahwa Islam seharusnya dimaknai luar dan dalam. Dilain tempat Rangga yang sedang kuliah dikampusnya harus berjuang menyelesaikan kuliah, sementara kewajiban ibadah yang dijalaninya menemui pro dan kontra di kampusnya.

Dari perkenalan Hanum dan Fatma, persahabatanmereka pun semakin erat. Ayse yang merupakan anak dari Fatma pun sangat dekat dengan Hanum. Sudah banyak tempat yang sudah mereka jelajahi bersama sehingga menggugah hati Hanum untuk menelusuri jejak islam di Eropa. Sayangnya Fatma tiba-tiba menghilang setelah mereka mengikat janji akan berkelana bersama menapaki jejak islam yang ada di Spanyol, Perancis, dan Turki yang pernah berjaya pada masanya.

Demi memenuhi janji itu Hanum kemudian mulai menjelajah sendiri bersama suaminya. Mereka bertemu dengan Marion yang merupakan teman dekat dari Fatma. Marion lah yang kemudian menemani Hanum untuk menjelajahi sejarah dan peninggalan islam di Paris begitu banyak hal yang sangat tidak masuk akal terjadi pada peninggalan bersejarah pada masa itu. Setelah Hanum dan Rangga kembali ke Vienna, Hanum baru menegtahui bahwa Ayse mengidap penyakit Kanker, membuatnya menyadari betapa berharga arti keluarga.

Mereka selanjutnya menjelajahi Cordoba dan Granada. Dua kota di Andalusia yang menurut beberapa ahli adalah True City of Lights. Cordoba merupakan ibukota Andalusia dimana peradaban Eropa dimulai. di Cordoba terdapat Mezquita, yaitu Masjid besar yang menjadi Kathedral setelah jatuh ke tangan Raja Ferdinand dan ratu Isabela. Selanjutnya mereka berkesempatan menjelajahi Istanbul. Istanbul/ kontatinopel adalah saksi sejarah dimana Islam pernah memiliki masa keemasan.Setelah mereka menjelajahi peninggalan islam di Eropa akhirnya Rangga berhasil menyelesaikan ujian S3 nya di kampus tersebut. Walaupun banyak perseteruan yang terjadi pada film ini. Kesalahpaham Hanum terhadap Marja maupun perseteruan antara Khan dan Stephan yang malah membuat mereka menjadi sahabat.’ Pada akhirnya Hanum bertemu kembali dengan Fatma setelah Ayse meninggal dunia. Hanum memutuskan untuk mengenakan hijab. Hanum dan Rangga pun kembali ke Indonesia untuk hidup disana, sedangkan Fatma sibuk mengurus anak keduanaya.

Kelebihan film 99 cahaya dilangit Eropa ini adalah kita sebagai penonton akan merasakan seolah-olah sedang mengelilingi Eropa. Mengajak kita untuk mengamalkan Islam secara total melalui perilaku yang mencerminkan Islam, lewat contoh tokoh yang bernama Fatma. Cerita yang disampaikan begitu santai dengan bahasa yang lugas dan sederhana sehingga seakan mengajak penonton turut serta dalam perjalanan agama yang dilakukan.

Kelemahan pada film ini adalah pemotongan dalam film terkesan dipaksakan. Ketika sudah sampai pada akhir film , tiba-tiba kita masuk lagi pada rangkaian cerita sebelumnya yang terputus. Pada bagian penutup, akan lebih menarik jika maksud dari penulis langsung masuk kebagian Ka’bah tanpa harus memasuki cerita yang lainnya.

Kehancuran Islam di Eropa adalah karena setitik nilai perang saling menguasai yang menyebabkan trauma berkepanjangan.  Kini minoritas Islam di Eropa harus berjuang untuk mengembalikan citra Islam yang keras menjadi lembut,  seperti Fatma yang tetap santun meski mendengar hujatan dari orang-orang Eropa non muslim. Itulah sejatinya Islam, agama yang cinta damai. Sudah saatnya umat Islam belajar dari kegagalan Islam berjaya di Eropa. Nafsu untuk menjadi lebih, nafsu untuk menguasai, dan nafsu merasa paling benar atas nama agama hanya akan memperburuk citra Islam di mata dunia.jadi, film 99 cahaya dilangit eropa ini sangat layak di tonton oleh semua kalangan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *