Cinta tapi Beda

Judul : Cinta tapi Beda
Produser: Raam Punjabi
Sutradara: Hestu Saputra, Hanung Bramantyo
Pemeran: Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Jajang C Noer, Nungky Kusumastuti, Suharyoso, Sitoresmi Prabuningrat

Sipnosis

Mengangkat masalah sehari-hari ke dalam film—apalagi peristiwa yang banyak terjadi tapi sungkan untuk dibicarakan karena menyangkut “tabu”—bukan hal mudah. Menangkap keseharian dalam “kehidupan” wajar tokoh-tokohnya hingga tampil di layar secara meyakinkan, menambah kesulitan. Dan yang paling sulit: menampilkan sikap jelas terhadap persoalan yang rumit itu. Cinta tapi Beda boleh dibilang berhasil mengatasi tiga kesulitan pokok itu. Untuk itu, film ini bisa menjadi standar sebuah film utuh dan menyentuh batin dan intelektualitas.

Sutradara Hestu Saputra dan Hanung Bramantyo berikut tiga penulis skenario (Taty Apriliyana, Novia Faizal, Perdana Kartawiyudha), dan penata gambar (Wawan I Wibowo) pertama-tama berhasil menyuguhkan secara lengkap “kehidupan” dua tokoh utamanya. Cahyo, asal Yogya, dari keluarga “santri”, meneruskan disiplin agama keluarganya, bekerja sebagai ahli masak di sebuah restoran cukup mewah di Jakarta, dan tinggal bersama dua kawannya di sebuah rumah kontrakan. Semua latar ini terjalin erat dengan jalinan kisah utamanya. Ia menjadi akar masalah, membangun karakter tokoh, dan menyumbang bangunan dramatik kisah.

Cahyo yang marah karena memergoki pacarnya selingkuh, suatu hari mengantar makanan pesanan bibinya, dosen tari di sebuah perguruan tinggi seni Jakarta. Di sini ia jumpa dengan Diana, mahasiswa tari asal Padang, berasal dari keluarga Katolik cukup fanatik (sebuah pilihan penokohan yang cukup unik), cukup taat menjalankan disiplin agamanya, tinggal bersama pamannya yang tampak tenteram kehidupan pernikahannya dengan wanita Muslim.Pertemuan demi pertemuan membuat Cahyo-Diana saling cocok, saling menyesuaikan diri, dan saling menerima perbedaan yang ada. Percintaan mereka membuat pekerjaan mereka juga makin lancar.

Cahyo sering dipuji atasannya, Diana makin menemukan konsep tari yang akan jadi repertoar ujian akhirnya.Tapi, percintaan apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan urusan dua pribadi, tapi urusan dua keluarga. Ayah Cahyo berkeras menolak, saat Cahyo memperkenalkan Diana kepada keluarganya di Yogya. Ibunya berusaha memahami kemauan anaknya. Ayah Cahyo berusaha menjodohkan Cahyo dengan putri seorang lurah yang merupakan kerabat jauhnya.

Di pihak lain, ibu Diana tiba-tiba muncul di Jakarta, karena dia mencium ada hal yang “tak beres” dengan anaknya. Dia berusaha menjodohkan Diana dengan Oka, asal Batak dan seiman. Dia tidak ingin peristiwa yang menimpa dua kakak Diana terjadi lagi untuk anak bungsunya.Cahyo-Diana berkeras, tapi tak mampu mencari jalan keluar. Bahkan Kantor Catatan Sipil menolak mereka.  Pekerjaan Cahyo jadi terganggu, bahkan ia sampai dipecat. Mereka juga akhirnya meledak dalam sebuah perdebatan hanya karena hal-hal “kecil” yang tak mereka sadari bahwa itu bukan masalah kecil. Bangunan latar yang terjalin fungsional dengan kisah utama menampakkan hasilnya.

Baca Juga : 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *