Film Indonesia Surga Yang Tak Dirindukan 2

Film Indonesia Surga Yang Tak Dirindukan 2

Surga Yang Tak Dirindukan 2-.Banyak yang penasaran dengan film ini. Ini merupakan kelanjutan kisah cinta Pras, Arini dan Meirose. Dalam film pertama Meirose meninggalkan keluarga Pras bersama Nadia dan putra Meirose Akbar. Dalam film ke dua ini menceritakan kesuksesan Arini sebagai seorang penulis yang memiliki banyak penggemar di luar negeri termasuk Eropa. Itulah yang membuatnya berkesempatan pergi menemui para penggemarnya di sana. Di sana justru Arini dipertemukan dengan Meirose yang sudah memiliki kehidupan mandiri dengan Akbar. Meirose juga telah menjalin hubungan dengan seorang dokter yang masih keturunan Indonesia yang juga merawat Arini.

Namun konflik terjadi, kanker rahim yang diderita Arini kambuh dan sudah dalam kondisi stadium 4. Sangat menyedihkan putrinya Nadia mendengar langsung apa yang menimpa sang bunda. Pada moment inilah yang cukup menguras air mata. Keinginan utama Arini adalah mengembalikan Meirose pada Prast menggantikan posisinya sebagai ibunda Nadia. Padahal saat itu Meirose hampir mengambil keputusan mengajukan gugat cerai kepada Prast.

“Meirose istri Prast, dan mas Prast tidak pernah menceraikannya, aku ingin dia menggantikan posisiku” ucap Arini dengan penuh keikhlasan. Meski Prast tidak pernah mau dengan keputusan Arini. Namun skenario di film ini benar-benar membuat tokoh Arini meninggal. Akhirnya Prast pun harus menerima kembali bersama Meirose hidup dengan kedua putranya, Nafia dan Akbar.

Beberapa kejadian dalam film ini cukup menguras air mata, keteguhan hati Arini menghadapi sakitnya, membuat ia bertekad mengembalikan Meirose untuk menggantikan posisinya. Selepas menikmati film ini saya berfikir karena sakit Arini mengambil keputusan untuk merelakan suaminya, kira-kira bagaimana jika poligami itu dilakukan oleh orang normal tanpa kekurangan apa pun. Akankah ada seorang wanita yang ikhlas memberikan suaminya untuk orang lain?. Keikhlasan hati tokoh Arini di film itu kan hanya skenario manusia, dalam kondisi yang sesungguhnya berdasarkan skenario Tuhan YME poligami justru akan terasa lebih pedih dan menguras air mata.

Sebelum difilmkan, kisah ‘Surga yang Tak Dirindukan’ ada dalam bentuk novel. Novel tersebut ditulis oleh Asma Nadia dalam waktu 8 tahun sebelum akhirnya dirilis dan laris di pasaran. Sebelum diberi judul ‘Surga yang Tak Dirindukan’, novelnya diberi judul ‘Istana Kedua’ dan meraih penghargaan sebagai Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa IBF Award Ke-4 Tahun 2008.

Baca juga altikel yang ada dibawah ini:

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *