Ju On The Grudge

Ju On The Grudge
Rika adalah seorang perempuan muda yang bekerja sebagai sukarelawan di kantor Pusat Kesejahteraan Sosial. Dia ditugasi untuk mengecek keadaan keluarga Tokunaga ke sebuah alamat rumah. Mereka ingin mengetahui apakah keadaan mereka baik-baik saja. Rumah keluarga Tokunaga tempat tinggal wanita tua itu ternyata adalah sebuah rumah tua yang tampak menyeramkan. Rika mengetuk pintu tapi tidak ada yang membalas, jadi akhirnya dia membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Keadaan dalam rumah itu sangat kotor dan berantakan. Dia melihat sepasang tangan yang menggapai-gapai dari balik pintu geser dari kaca, ketika Rika membuka pintunya, tangan itu adalah milik wanita tua yang sepertinya bisu, namanya Sachi. Wanita tua itu tidak berbicara sepatah katapun padanya. Rika melihat tempat tidurnya yang berlumuran kotoran. Akhirnya, dia membantu membersihkan tubuh wanita itu lalu membersihkan rumah kotor dan berantakan yang ditinggalinya. Tapi Rika tidak memahami maksudnya. Tiba-tiba ada bayangan gelap yang menaiki tubuh nenek Sachi dan menghisap wajahnya. Nenek Sachi tewas. Bayangan hitam itu menoleh pada Rika, dan ia pun pingsan. Toshio hanya memandang dari pintu kamar.
Katsuya adalah seorang pria yang tinggal di rumah tua itu, bersama istrinya, Kazumi. Setiap malam mereka selalu diganggu oleh suara-suara. Hingga pada suatu hari, istrinya melihat sepasang tangan menarik kucing hitam dari atas tangga. Kazumi mengikutinya lalu tiba-tiba saja dia menjerit dan menghilang. Katsuya yang pulang dari kantor mencari-cari istrinya tapi tidak ketemu. Dia bertanya pasa ibunya, nenek Sachi, tapi dia pun diam saja. Katsuya naik ke lantai dua dan melihat Kazumi terbaring shock di atas tempat tidur dengan mata terbelalak dan ketakutan. Ketika Katsuya ingin menelepon ambulance, tiba-tiba dia melihat sekikas bayangan berlari di belakangnya. Sesudah mengecek seisi kamar, dia tidak menemukan siapapun selain mereka berdua. Dan istrinya masih tetap terbaring diam di tempat tidur. Tiba-tiba seorang anak laki-laki berwajah pucat muncuk dari balik tirai dan membuatnya kaget. Ketika dia menanyakan siapa anak itu, suaranya terdengar seperti suara kucing. Lalu ada suara kucing terdengar dari dalam lemari dan ketika dia menoleh, lemari itu tertutup sendiri. Pada saat itu Kazumi meregang nyawa dan tewas. Katsuya shock dan mulai menggigit-gigit kuku jarinya.
Bel rumah berbunyi, ada seorang wanita yang masuk ke rumah, ternyata dia Hitomi yang adalah adik Kazumi yang datang mengunjungi mereka. Dia heran melihat rumah berantakan. Dia menyapa ibunya, nenek Sachi, lalu ke dapur untuk memasak makan malam. Katsuya membopong mayat istrinya masuk ke dalam kamar dan adik Kazumi mendengar suara pintu tertutup. Hitomi berniat naik ke lantai dua untuk melihat tapi dihalangi oleh Katsuya dan menyuruhnya pergi dari rumah itu, karena Kazumi sedang pergi ke luar rumah. Wajah Katsuya berubah menjadi seperti kerasukan lalu dia naik kembali ke lantai dua. Ada bayangan perempuan yang menempel di balik jendela kaca lantai dua.
Hitomi yang khawatir karena tidak mendapat kabar apapun dari kakaknya, selalu menelepon rumah Kazumi meskipun tidak ada yang mengangkat telepon. Dia sedang berjalan di lorong gedung kantornya yang sepi ketika dia mendengar suara seperti terseret-seret di belakangnya. Dia menoleh ke belakang tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia berlari ke toilet. Disana ponselnya berbunyi, Katsuya meneleponnya. Tapi ketika diangkat, tidak ada suara apapun yang terdengar. Lalu ada ketukan dari bilik toilet di sebelahnya, yang ternyata kosong ketika pintunya dibuka. Tapi tiba-tiba muncul kepala seorang wanita dengan rambut terburai dari dinding toilet. Hitomi menjerit ketakutan dan melapor ke bagian keamanan. Seorang satpam pergi mengecek ke lantai tempat Hitomi tadi berada dan Hitomi bisa melihat keberadaannya dari kamera keamanan yang menyoroti tempat si satpam berada. Dia melihat ia mengecek setiap ruangan sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Lalu ada bayangan gelap yang meliputi tubuh satpam itu dan menariknya hingga menghilang. Hitomi yang ketakutan langsung keluar dari gedung itu dan pulang ke apartemennya. Dia menelepon seorang teman agar datang ke apartemennya karena dia sangat ketakutan, tapi temannya itu tidak pernah sampai. Hitomi lalu sembunyi di bawah selimut dan menyalakan televisi, tapi televisi itu berubah menjadi wajah menakutkan dan ia mematikannya. Dia lalu menyadari bahwa ada sesuatu di balik selimutnya, ketika dia melihatnya, ada perempuan berwajah pucat yang menakutinya. Hitomi lalu menghilang dari selimut. Lenyap
Sesampainya di lantai dua yang kosong, dia melihat ke arah pintu kamar yang tertutup dan mencari Mariko di dalamnya. Tapi ruangan itu juga kosong. Dia mendengar keributan dari dalam lemari. Ketika dibuka, nampak kaki Mariko yang meronta-ronta. Dia ditarik ke langit-langit kamar yang ternyata terhubung dengan lemari itu. Rika mengintip ke lorong langit-langit rumah sambil memanggil Mariko, tapi yang muncul malah sosok perempuan menyeramkan yang merayap kearahnya. Rika menjerit san melarikan diri ke bawah. Tak sengaja dia melihat ke arah cermin dan melihat bayangan wajahnya berganti menjadi wajah wanita lain yang ternyata adalah Kayako. Rika menjerit dan jatuh terduduk. Dia lalu mendengar suara gemeretak dari arah tangga. Ternyata arwah Kayako sedang merayap di tangga menuju ke arahnya. Rika yang ketakutan hanya bisa duduk terpaku ketika Kayako semakin mendekat dan ia menyadari kalau Kayako lah yang menghantuinya selama ini.
Tiba-tiba arwah Kayako menhilang. Dan dari arah tangga, muncullah arwah suaminya, Takeo, dalam keadaan berlumuran darah, sementara Toshio mengintip dari balik jendela. Akhirnya Rika meninggal di rumah itu. Pada akhirnya, semua yang pernah memasuki rumah tua itu akhirnya menghilang secara misterius atau tewas secara misterius juga. Di adegan terakhir ditunjukkan kalau mayat Kayako masih berada di langit-langit rumah itu masih dalam keadaan seperti baru tewas, belum membusuk.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *