Kakek Cangkul

kakek cangkul

Kakek Cangkul adalah suami dari Nenek Gayung, konon sempat tidak terkubur jenazah Nenek Gayung sedangkan kakek gayung sedang mencari tempat untuk mengali lubang agar arwah Nenek Gayung dan Kakek Cangkul bisa lebih tenang. Berikut adalah cerita film Kakek Cangkul:

Dia segera berlari ke pekarangan di mana bola itu mendarat. Dengan cepat, dia pun dapat menemukan bola itu. Dia pun dengan segera mengambilnya, lalu kembali. “*Tap, tap, tap” sebuah suara menghentikan langkahnya, dia kembali menoleh, mencari sumber suara itu. “*Tap, tap, tap” suara itu kembali terdengar  seperti ada seseorang yang sedang mencangkul, tapi ini kan rumah kosong” Farah bergumam sendiri. Rasa penasaran membawanya untuk mencari sumber suara itu.

“Tap, tap, tap” suara itu semakin terdengar jelas olehnya. Pelan dia melangkah, semakin mendekati suara itu. Bayangan itu semakin jelas, seorang kakek tua sedang mencangkul di pekarangan rumah itu. Farah menghentikan langkahnya, dia mengamati kakek itu diam-diam. Dia merasakan sesuatu yang sangat mengganjal di pikirannya. Dia pun memberanikan diri, melangkah untuk mendekatinya.

“Farah!”, tiba-tiba saja terdengar suara teman-temannya memanggilnya dengan keras. Dia pun mengurungkan niatnya, dia kembali berlari, berbaur dengan teman-temannya.

Pandangannya beralih ke arah kaki Rika, matanya menangkap sesuatu. Sebuah tengkorak tergeletak di sana. Mendadak bulu kuduknya berdiri, merasakan sentuhan dingin yang datang tiba-tiba. Rika mencengkeram lengannya dengan kuat.

“Ayo pergi dari sini!” ujar Farah sembari menarik lengan Rika. Mereka kembali melangkah pelan, menyusuri lorong-lorong rumah tersebut. *Clak. Farah merasakan sesuatu menetes di bahunya. Langkahnya terhenti, matanya mengamati, perlahan dia sentuh. Air kental berwarna merah. Tubuhnya mulai gemetar. Detak jantungnya berdegup lebih kencang.“Far, kamu kenapa?” tanya Rika yang menangkap keanehan pada mimik wajahnya.

Farah hanya menatapnya tanpa berkata apapun. Mulutnya seakan kaku. Dia hanya menunjukkan jari-jemarinya yang menyentuh tetesan darah. Rika pun terbelalak, dengan mulut yang menganga, lalu membeku. *Srek, srek. Sebuah suara langkah kaki seseorang yang terseret-seret, menyeruak di ruangan itu. Semakin dekat semakin jelas. Keduanya membeku. Keringat dingin bercucuran di tubuh mereka, saat mata mereka dengan jelas menangkap sosok lelaki tua, dengan pakaian dekil, penuh lumpur, rambut penuh uban, jenggot yang menjulur hingga dada, dengan sebuah cangkul yang dia pikul pada bahunya.

Kakek itu semakin dekat. Hingga wajahnya semakin terlihat jelas. Dia terlihat sangat mengerikan dengan lengan yang penuh lumuran darah. Langkahnya terhenti, saat jaraknya dengan mereka hanya sejengkal. Matanya menatap tajam mereka. Tatapan yang siap untuk memangsa, mencabik-cabik, lalu memakan habis mereka. Mereka berdua tetap diam, tak bergeming. Kaki mereka seakan terpaku, mereka tak dapat berlari. Hanya saling meremas-remas lengan mereka masing-masing menahan rasa takut mereka. Tiba-tiba, Kakek itu mengacungkan cangkulnya hingga posisinya lebih tinggi dari tubuhnya. Tanpa persiapan apapun dari mereka untuk melawan, Kakek itu melayangkan cangkulnya ke arah wajah mereka.

Demikian dengan judul altikel kami tentang Kakek Gayung apabila kalian ingin melihat film ini silakan datang ke bioskop terdekat anda. Semoga mudah dimegerti.

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *