Ketika Mas Gagah Pergi

Ketika Mas Gagah Pergi – Film drama indonesia 2016 “Ketika Mas Gagah Pergi” (KMGP) merupakan film hasil garapan IndoBroadCast yang disutradarai Firman Syah. Film ini di bintangi oleh aktor dan aktris Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto, Izzah Ajrina. Film Ketika Mas Gagah Pergi merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel karangan Helvy Tiana Rosa. Sang sutradara dan produser meninginkan supaya film ini seperti AADC.Dan rencanya film KMGP akan tayang di bioskops Januari 2016.

Baca juga: Bangkit! 2016

Sinopsis Film Ketika Mas Gagah Pergi

Gita penyuka puisi yang tomboy, selalu bangga pada Mas Gagah, abang yang menurutnya nyaris sempurna. Gagah tampan, cerdas, modern dan selalu menjalankan sholat tepat waktu. Sejak Ayah mereka meninggal, Gagah sembari kuliah, membantu Mama jadi tulang punggung keluarga. Untuk keperluan kuliahnya, Gagah pergi ke Maluku Utara, membantu dosen pembimbing skripsinya menyempurnakan konsep pembangunan menara pemancar di sana. Gagah sempat hilang kontak, saat ia masuk ke wilayah pedalaman dan mengalami kecelakaan. Gita dan Mama sempat panik, tetapi reda setelah komunikasi dengan Gagah pulih kembali.

Akibat kecelakaan, Gagah dirawat oleh Kyai Ghufron, pemimpin pesantren yang bersahaja dan sangat dihormati di wilayah Maluku Utara. Gagah takjub dengan kehidupan yang dijalani Kyai Ghufron dan merasakan pancaran kharismatiknya Selama Gagah pergi, Gita beberapa kali bertemu sosok misterius di jalan, tepatnya di bus, kereta api dan tempat-tempat lainnya. Sosok ini masih muda. Ia gemar mengajak orang-orang pada kebaikan, mencerahkan dan menguatkan setiap orang yang ia temui, termasuk di area permukiman warga yang terkena musibah dan selalu menjadi orang yang paling dulu membantu mereka yang membutuhkan.

Sosok yang kemudian dikenal sebagai Yudi ini melakukan aksinya dengan enerjik, kadang kocak menghibur, menyentuh dan membawa perenungan, namun selalu menolak pemberian uang. Gita penasaran tetapi ia tak merasa perlu untuk tahu lebih lanjut tentang Yudi. Setelah dua bulan di Maluku Utara, akhirnya Gagah kembali ke rumah. Betapa terkejutnya Gita karena Gagah berubah sama sekali. Gagah kini terlihat sangat bersemangat menjalankan ajaran Islam, dan kerap menasihati Gita untuk menjalankan perintah-perintah agama. Gita sebal. Pada matanya, Gagah terlihat norak dan fanatik. Ia mulai “memusuhi” Gagah. Gagah pantang menyerah. Ia terus berusaha dekat dengan Gita dan juga Mama, untuk mengajak dua orang yang ia cintai itu untuk lebih mengenal keindahan Islam. “Islam itu indah. Islam itu cinta,” adalah hal yang selalu disampaikan Gagah pada Gita.

Gita juga bertambah syok karena sahabatnya Tika, kemudian memakai jilbab dan menasihatinya, persis seperti Mas Gagah. Tika memutuskan berjilbab karena salut dengan keteladanan kakak sepupunya; Nadia yang justru mengenakan jilbab saat kuliah di Amerika Serikat. Ceramah-ceramah Yudi yang sederhana dan mengena, keberadaan Tika serta Nadia, perlahan turut menggugah kesadaran Gita agar berbaikan kembali dengan abangnya. Gita mulai mau mendengarkan Gagah dan jalan bareng lagi. Gita juga senang diajak Gagah ke “Rumah Cinta”, rumah singgah penuh buku yang pelan-pelan dibangun Gagah untuk anak-anak dhuafa di pinggiran Jakarta. Di sana ia menikmati persahabatan Gagah dengan Urip, Asep dan Ucok, mantan preman yang insyaf dan mengelola tempat tersebut.

Saat kian dekat dengan Gagah, Gita memutuskan akan memberi kejutan pada abangnya tersebut dengan memakai jilbab di hari ulangtahunnya yang ke 18. Sayang, kerusuhan yang direkayasa oknum preman, menggagalkan niat baiknya itu.

Detail Crew Film Ketika Mas Gagah Pergi

Genre : Drama
Sutradara : Firman Syah
Penulis : Fredy Aryanto
Produser : Helvy Tiana Rosa
Tanggal Rilis : 21 Januari 2016
Durasi : 90 menit
Pemeran :
Hamas Syahid sebagai Mas Gagah
Aquino Umar sebagai Gita
Masaji Wijayanto sebagai Yudi
Izzah Ajrina sebagai Nadia
Mathias Muchus
Wulan Guritno Wulan Guritno

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *