Film Indonesia

Daftar Film Indonesia

Judul : La Tahzan

Produser: Frederica
Sutradara: Danial Rifki
Pemeran: Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Joe Taslim

SIPNOSIS

Film ini tak punya ambisi tinggi. Tak punya hasrat artistik, atau kehendak mencapai puncak capaian bentuk, apa pun. Jadi, sudahlah. Tak perlu menilai film ini seolah sebuah karya yang punya makna penting dari segi artistik.

Film ini bukannya jelek –dalam arti teknis maupun dalam arti sebagai hiburan. Film ini cukup lancar bertutur. Dialognya tak bodoh-bodoh amat, walau tentu tak cemerlang. Humor yang terasa
kurang sebagai unsur hiburan, cukup terganti dengan lokasi-lokasi di Jepang yang terasa manis di mata. Yah, penonton tak perlu tahu bahwa di dunia nyata, lokasi Kyoto-Osaka-Kobe itu sangat
berjauhan. Yang penting, adegan-adegan mengalir lancar di layar.

Seni pemeranan para pemainnya juga lumayan lah. Ario Bayu sebagai Hasan, Atiqah Hasiholan sebagai Viona, dan terutama Joe Taslim sebagai Yamada, tampak cukup masuk ke dalam karakter. Memang, naskah La Tahzan juga lumayan berhasil mencipta karakter-karakter unik—khususnya karakter pembantu, seperti teman sekamar Viona dan kepala sekolah bahasa Jepang Viona.

Karakter-karakter unik itu memberi ruang pemeranan yang dimanfaatkan cukup layak oleh para pemeran film ini. Joe Taslim dengan baik masuk ke dalam karakter sebagai seorang keturunan
Jepang-Indonesia. Atiqah dan Ario Bayu agak pas-pasan mainnya, tapi Atiqah cukup terselamatkan oleh karakter yang ia perankan. Walau belum sampai hilang Atiqah-nya, minimal kita melihat Atiqah yang lainlah di film ini.

Bolong cerita dan teknis film ini banyak. Tapi, sudahlah. Kalau established shot bunga sakura yang sedang mekar berkali-kali terasa mengganggu (apalagi jika kita mafhum musim Sakura di sebuah kota Jepang biasanya hanya merentang dua minggu saja), maklumi saja. Kalau kamera terasa biasa saja gerak dan kompoisi gambarnya, maafkan saja. Kalau struktur plot terasa goyah, karena alasan Hasan menyembunyikan persoalannya dari Viona terasa lemah, apa boleh buat. Ini bukan film yang dirancang untuk mendapat piala festival, agaknya.

Semua ini penilaian yang tak terlalu perlu untuk film ini. Lebih menarik, kita melampaui penilaian “bagus” atau “jelek”, atau “menghibur” atau “menyebalkan”, dan mengulik saja isi film ini,
berdasarkan pertanyaan mendasar: apa yang sebetulnya ditawarkan film ini?

Dakwah? Religiusitas? Wah, segera akan ada yang protes: religiusitas dalam film ini hanya tempelan! Kenapa?

Karena sejak awal hingga bagian terbesar film, tak ada suasana religius dibangun—tak ada ayat-ayat suci, tak ada khutbah ustadz, ataupun kata-kata Arab yang seolah stempel sahnya sebuah “film
Islami”. Eh, tahu-tahu, di sepertiga akhir, persoalan yang mencuat adalah bagaimana Yamada harus masuk Islam karena akan menikahi Viona.

Tapi, kesan tempelan bagi isu religiusitas di film ini justru menarik. Tak ada ahli agama dalam film ini, kecuali sekilas adegan imam masjid Kobe yang meng-Islamkan seorang mualaf Jepang—itu pun tanpa dialog. Ajaran moral Islam hanya dua kali disebut di awal, itu pun dari mulut orang tua tokoh utama. Ibu Hasan yang berpesan agar Hasan jangan meninggalkan shalat ketika Hasan akan ke Jepang, dan Ayah Viona yang berpesan “yang penting asal jangan haram!”

Artinya, inilah film tentang kaum muslim Indonesia yang awam dan biasa. Bukankah dalam praktik, kebanyakan muslim Indonesia memang baru menonjolkan identitas keagamaan mereka hanya pada saat-saat ini saja: kelahiran, menikah, dan meninggal? Selebihnya, panduan umum yang popular untuk menerapkan Islam adalah persis itu: shalat (tentu juga berpuasa Ramadhan dan naik haji jika mampu), dan jangan makan benda atau hal-hal haram.

Isu menikah menjadi sangat penting bagi muslim kebanyakan di Indonesia—khususnya jika terantuk pada soal pernikahan beda agama. Tapi, lebih sering, itu pun diselesaikan dengan negosiasi yang cukup damai.

Ada yang memilih tak bisa menikah lain agama, sehingga pilihan mereka hanyalah: yang non-muslim pindah ke agama Islam jika ingin menikah; atau mereka berpisah. Sebagian lain memilih untuk menikah saja, walau masing-masing bertahan dalam agama mereka.

Umumnya, dalam dunia nyata, proses pilihan hidup tersebut tak menjadi drama penuh tangis dan teriakan seperti yang digambarkan dalam Cinta Tapi Beda (Sutradara: Hanung Bramantyo, 2012). Lebih sering, konflik dan prosesnya lebih bersifat negosiasi, seperti tergambar dalam sinetron seri Si Doel Anak Sekolahan (Sutradara: Rano Karno), atau Tiga Hati Dua Dunia Satu Cinta (Sutradara: Benni Setiawan, 2010).

Sedikit catatan: Dalam versi awal 1990-an, sinetron Si Doel Anak Sekolahan mengambil sikap yang relatif kontroversial untuk isu pernikahan beda agama: Si Doel akhirnya memilih menikahi Sarah yang beragama Kristen, dan keluarga Betawi tradisionalnya tampak menerima pilihan itu. Adalah kredit tersendiri bagi Rano Karno yang bisa membuat pilihan yang bisa jadi polemik itu ternyata diterima juga dengan legowo oleh penonton.

Tapi, pada ramadhan 2012, terjadi pergeseran menarik: Rano Karno membuat lagi sinetron Si Doel Anak Sekolahan, kali ini mengisahkan apa yang terjadi setelah pernikahan Si Doel dan Sarah. Dan dalam versi terkini, Si Doel digambarkan ditinggal oleh Sarah ke Belanda, dan Doel akhirnya menikahi Zainab, dan menyatakan bahwa pilihannya dengan Sarah dulu adalah sebuah kesalahan.

Apa yang terjadi pada isu pernikahan beda agama ini? Apa yang terjadi pada Rano Karno? Mungkinkah fakta bahwa ia telah jadi wakil gubernur Banten, di bawah gubernur Ratu Atut Chosiyah yang “berjualan” isu identitas Islam dalam kepolitikan mereka, memengaruhi pandangan Rano Karno dalam isu ini? Dan kita bisa menangkap bahwa isu nikah beda agama semakin disikapi secara keras oleh sebagian orang di media maupun di kota-kota besar Indonesia.

Demikianlah maka film Cinta Tapi Beda dari Hanung tahun lalu pun menuai polemik keras. Tokoh masyarakat macam “Uni” Fahira Idris dengan lantang bilang bahwa film itu menghina Islam dan Padang. Secara sekilas, kita melihat bahwa isu-isu agama seperti “pernikahan beda agama”, “hubungan antaragama”, sampai ke persoalan “halal dan haram” di media-sphere Indonesia sepanjang 2000-an terasa semakin menegangkan. Percakapan tentang isu-isu tersebut jadi sensitif, dan mudah berubah jadi perseteruan keras.

Ditilik dari sudut itu, La Tahzan jadi sesuatu yang terasa ringan, enteng, dan nyaman. Pilihan sikapnya pun aman-aman saja: tak ada konflik ketika Yamada sepakat saja akan pindah agama. Konflik dramatis yang disodorkan (walau gagal) lebih pada persoalan cinta antara Viona dan Hasan. Kegagalan untuk menjadi dramatis dalam isu agama ini malah menjadi penghiburan yang mungkin tak sengaja bagi segala ketegangan isu agama di tanah air kita belakangan.

Film ini, sekali lagi mungkin secara tak sengaja, menjadi ruang alternatif bagi kehadiran Islam-nya orang Indonesia biasa. Islam dalam film La Tahzan adalah sebuah konstruksi budaya, bukan
konstruksi etika/filosofis, apalagi konstruksi ideologi.

Baca Juga : 

Categories: Film Indonesia

Leave a Reply


link alternatif untuk login judi adu ayam online sm558 melalui android atau pc komputer, serta pendaftaran sm558 gratis.

Live Chat Sbobet Indonesia adalah salah satu cara mempermudah Anda untuk berkomunikasi langsung dengan agen Sbobet Indonesia. Seperti yang Anda ketahui, Sbobet merupakan situs Sportsbook judi online Terbesar.


link alternatif agen resmi s128 sabung online atau adu ayam yang di siarkan secara live streaming langsung dari arena pertandingan di filipina, sabungonline.net adalah salah satu situs atau website pelayanan judi sabung online yang di sediakan oleh betplace88 untuk memberi kemudahan dan kenyamanan dalam bermain s128.


link alternatif layanan daftar sm558 dan login sabung ayam online live streaming dengan sistem layanan yang baik serta didukung livechat support  sm558 Indonesia 24 jam setiap hari.


situs judi sabung online dan adu banteng sm558 indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.


Situs judi taruhan sabung online dan adu banteng sm558 android indonesia dengan sistem mudah dan aman serta didukung livechat support 24 jam nonstop.

Situs layanan pendaftaran akun sbobet sportsbook dan live casino 338a secara mudah, cepat serta gratis yang di sediakan oleh partner resmi sbobet indonesia.
Situs layanan pendaftaran akun sbobet sportsbook dan live casino 338a secara mudah, cepat serta gratis yang di sediakan oleh partner resmi sbobet indonesia.